KISAH PEMINTA MASUK KE DALAM MESJID
.
Ketika Imam Ali (as) sedang rukuk dalam shalat, seorang peminta datang ke masjid.
.
Dalam keadaan tenggelam dalam penghambaan kepada Allah, Imam Ali tetap peka terhadap kebutuhan seorang hamba.
Beliau memberi isyarat dengan tangannya, lalu cincin di jarinya diberikan kepada orang itu.
.
Tidak ada jeda antara ubudiyyah kepada Allah dan rahmat kepada makhluk. Bahkan di dalam rukuk –saat seorang hamba berada pada puncak kerendahan di hadapan Tuhannya– tangan Imam Ali tetap menjadi tangan yang memberi.
.
Karena itu, peristiwa tersebut tidak berhenti sebagai sebuah sedekah.
.
Allah mengabadikannya melalui firman-Nya:
.
﴿إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ﴾
.“Sesungguhnya Wali kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dalam keadaan rukuk.”
📚 QS. Al-Ma’idah: 55
.
Dalam pandangan 'irfan, indahnya peristiwa ini terletak pada satu hakikat:
Imam Ali tidak melihat ibadah dan pelayanan kepada makhluk sebagai dua jalan yang terpisah.
.
Ketika wajahnya menghadap Allah, tangannya tetap mengulurkan rahmat kepada hamba-Nya.
.
Riwayat ini disebut dalam Tafsir ‘Ali bin Ibrahim al-Qummi, melalui jalur:
.
أبي حمزة الثمالي، عن أبي جعفر الإمام الباقر عليه السلام
.
Imam al-Baqir (as) meriwayatkan bahwa ketika ayat
“Innama waliyyukumullah...” turun, Rasulullah SAWW keluar menuju masjid dan bertanya kepada seorang peminta apakah ada seseorang yang memberinya sesuatu.
.
Ia menjawab bahwa orang yang sedang shalat itulah yang memberinya. Rasulullah SAWW kemudian mendapati bahwa orang tersebut adalah Imam Ali (as).
.
Riwayat ini dicantumkan dalam Tafsir al-Qummi, jilid 1, sekitar hlm. 170.
.
Riwayat dan berbagai jalur lainnya juga dihimpun oleh Allamah Majlisi dalam Bihar al-Anwar, jilid 35, hlm. 188, termasuk riwayat dari Imam al-Baqir melalui Abu Hamzah al-Tsumali.
.
.




No comments:
Post a Comment